Progress

Bertemu dengan teman-teman lama konon akan menyenangkan karena terjadi banyak pertukaran cerita. Itulah yang terjadi pada hari ini. Kegiatan hari ini yang cukup padat membuat saya makan siang di luar rumah dan agak terlambat. Siapa sangka karena itu jadi bertemu dengan seorang teman lama di tempat makan yang saya datangi.

Kalau harus dibuat daftar pendek siapa saja teman-teman terlama saya, maka Indra Darmawan masuk dalam daftar. Kami berteman sejak SMP, tepatnya sejak saya duduk di belakangnya dalam kelas kami. Bosan satu kelas, kami justru masuk di SMA yang sama namun kali ini dalam kelas yang berbeda. Kemudian di masa perkuliahan kami di Udayana, kami belajar pada Fakultas yang berbeda namun tetap satu organisasi, Pers Akademika.

Sebelumnya saya bertemu dengannya dan beberapa teman lain pada awal tahun, tepatnya dalam pertandingan wheelchair basket. Sama seperti pertemuan kali ini, pertemuan waktu itu juga tanpa direncanakan.

Sebagai sarjana Teknik Informatika, teman saya ini mulai membangun start up yang dinamakan Digidima. Cerita tentang Digidima sebenarnya sudah saya dengar pada awal tahun. Namun ternyata ada banyak sekali update mengenai Digidima kini. Mulai dari bagaimana keribetan dalam perijinan CV hingga dia yang harus bolak-balik ke Kantor Notaris.

Obrolan kemudian berlanjut pada Pendidikan Profesi Advokat yang sedang saya jalani. Tentang mengapa saya lebih memilih Advokat dibanding Notaris. Tentang mafia-mafia hukum yang ada di negeri ini, hingga pesan-pesannya kalau saya benar-benar menjadi Advokat.

Update lainnya adalah tentang pendidikan, topik satu ini cukup menyentil saya untuk lekas membereskan tesis. Hahaha. Indra juga bercerita tentang rencananya untuk melanjutkan Magister Teknik Informatika di luar Bali. Dalam waktu satu jam, ada begitu banyak cerita yang mengalir. Mulai dari cerita tentang klub scholarship kami hingga teman-teman kami, “Kok si A statusnya galau terus ya?” atau “Eh, beberapa bulan lalu sempat bertemu si B.”

Satu yang saya maknai dari pertemuan tak disengaja hari ini adalah;  progress.

progress

Dan saya bersyukur masih memiliki progress dalam hidup sejak pertemuan sebelumnya -enam bulan yang lalu dengan teman saya satu ini. Saya pun meyakini ada progress dalam dirinya atau setidaknya usaha yang sedang dirintisnya.

“Even little, progress is still progress.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s