Girl Crush

Sebagai perempuan saya sangat menyukai perempuan. Suka dalam hal ini bukan preferensi seksual –meskipun bila iya juga bukan suatu masalah. Kesukaan yang saya maksud mengarah pada kekaguman akan keindahan, karena memang kita semua menyukai keindahan bukan? Dan keindahan sekalipun sederhana, bagi saya selalu sesuatu yang dalam, bukan yang dangkal.

And, I have so many girl crush. Untuk yang seusia, beberapa adalah sahabat-sahabat saya. Kalau kami bisa bertahan sampai hampir satu dasawarsa tentu saja mereka bagian dari girl crush saya. Sebagian lagi adalah orang-orang yang mungkin tidak mengenal saya, tapi tidak mengurangi kekaguman saya pada mereka, misalnya saja:

  1. Andra Alodita

Pertama kali mengetahui Andra Alodita justru dari portofolio-nya sebagai fotografer sebelum ia menjadi full time blogger seperti sekarang, saat itu ia memotret Alanda Kariza. Kemudian cerita berlanjut saat saya membaca blog-nya dan mengikuti instagram @alodita hampir dua tahun yang lalu. Sebelumnya saya begitu pemilih dalam mengikuti beauty blogger, saya harus memastikan orang tersebut punya good personality dan originality yang saya yakini bisa tertangkap dari ambiance di feed-nya.

Dua tahun lalu, bercerita mengenai ketidaksempurnaan yang kita miliki melalui blog adalah sesuatu yang tabu. Mengikuti dan berjuang dalam IVF pun masih tabu. Melalui cerita Andra, saya menambah banyak wawasan dan yang paling penting adalah empati. Andra Alodita contoh ketika seseorang melakukan tindakan bukan dengan determinasi utama menginspirasi melainkan berbagi, di saat itulah sebenarnya ia telah menginspirasi.

  1. Yunalis Zarai

Saya mendengar Yuna pertama kali dari satu berita pagi di Televisi swasta, lagu yang dibawakan waktu itu adalah Live Your Life. Kemudian saya jatuh cinta pada Rescue, pada Deeper Conversation, pada I Wanna Go, pada Sparkle, pada Coffee, pada Come Back, pada Tourist, pada Crush dan ternyata tidak ada lagu dari Yuna yang tidak membuat saya jatuh cinta.

Menyukai perempuan dengan begitu banyak latar belakang yang berbeda, keyakinan yang berbeda, pilihan cara berpakaian yang berbeda mungkin terlihat aneh bagi sebagian. But hey, I like her personality. And the important thing, I fall in love with her mind because I fall in love with her works.

Girl Crush

Dua nama di atas melintas begitu saja di kepala saya malam ini.

Perempuan, kemarin, hari ini dan esok punya tantangannya masing-masing. Dan tantangan yang selalu ada adalah mengapresiasi sesama perempuan dengan tulus. Karena saat mereka mampu mengapresiasi sesamanya, saya yakin mereka telah mampu mencintai dirinya terlebih dahulu.

Pekerjaan besar untuk siapa saja yang memiliki anak perempuan di masa depan, bahkan juga bagi lingkungan dimana anak-anak perempuan itu tumbuh dan dibesarkan. Terlihat sederhana, tapi juga menantang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s