Ibadah 2.0

Hari ini entah hari Suci Saraswati keberapa puluh kalinya di usia saya yang… asik ini. Hari ini juga terasa begitu panjang sebagai hari pertama advokasi Peraturan Gubernur di bulan Juni bersama teman-teman difabel di Bali. Jadi, dibanding kegiatan Saraswati pada umumnya yaitu bersiap sembahyang ke Kampus, saya justru bersiap ke Hotel Inna Bali Veteran. Hotel ini merupakan lokasi advokasi Peraturan Gubernur sebagai turunan dari Peraturan Daerah Bali tentang Disabilitas.

Saraswati, sekalipun namanya hanya satu tapi momen yang saya alami di baliknya telah bermacam-macam. Dari seorang pelajar yang tidak mendapatkan libur di perantauan namun tetap antusias bersiap untuk persembahyangan maupun pementasan di Pura Aditya Jaya Rawamangun hingga tengah malam. Atau Saraswati yang sunyi di Pulau bernama Tarakan. Ada juga Saraswati super sibuk dimana kegiatan belajar mengajar diliburkan dan kami terjun dalam berbagai lomba sehari sebelumnya ketika saya SMP dan SMA di Bali. Hal yang tidak jauh berbeda juga terjadi saat berkuliah.

Pagi ini sebelum kegiatan dimulai, saya bertegur sapa dengan Mas Winartha dan Mas Wahyu, keduanya adalah Tim Ahli yang didatangkan dari Yogyakarta. Mas Win – demikian saya biasa memanggil Mas Winartha, menjabat tangan saya dan setelah menanyakan kabar, ia memastikan pada saya “sudah bisa gabung lagi?”

“Sudah, Mas.” Saya menjawab dengan sumringah. Pada kegiatan advokasi di bulan Mei, dari empat kali pertemuan saya mengajukan izin sebanyak tiga kali karena Pendidikan Profesi.

“Bagus kalau begitu, kemarin tidak ada kamu, ada detil yang hilang,” sahutnya terkekeh yang hanya saya jawab dengan senyuman.

Saya bukan orang yang gemar sengaja mencari pujian, tapi saya tahu dan dapat merasakan ketika seseorang menyatakan sesuatu dengan tulus. Saat kamu mengetahui kehadiranmu dan pekerjaanmu sebagai fasilitator berdampak signifikan, ada rasa hangat dalam hati. Suatu perasaan yang tidak ternilai.

Hari ini saya menyadari, kalau beribadah atau beryadnya tidak melulu harus sama formulanya seperti Saraswati saya yang lalu-lalu, baik saat SD, SMP, SMA maupun berkuliah. Bekerja pun merupakan ibadah atau yadnya tersendiri. Maka, selamat bekerja. Selamat beribadah dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s