Berbuka

Berbuka puasa bersama, meski tidak menunaikan ibadah berpuasa. Hampir setiap tahun saya menjalaninya. Mulai dari masa Sekolah Dasar, saya menunggui beberapa teman yang harus tarawih dan mengaji. Kemudian di masa SMA dan berkuliah, undangan berbuka puasa bersama datang silih berganti.

Pada bulan Ramadhan tahun lalu, saya berbuka puasa bersama tim Annika Linden Centre, ada Kak Siska, Abie, Tini, Pak Rosyid, Kak Suri serta Selvi. Kami berbuka di rumah Kak Siska dengan hidangan masakan dari Ibu Kak Siska. Ternyata saya juga merindukan saat-saat itu.

Waktu bergulir dan hari ini saya berbuka bersama teman-teman Akber Bali di Helmen Coffee, Denpasar. Mulai dari relawan pengelola, relawan guru, relawan penyedia tempat hingga siswa hadir. Entah akan dimana dan bersama siapa saja saya berbuka puasa bersama di tahun-tahun mendatang. Kita tidak akan pernah tahu.

17868
Helmen Coffee, 29 Juni 2016

Lalu bila tidak berpuasa makanan, apa esensi dari berbuka bersama? Ternyata keseimbangan, baik antara berbuka puasa maupun kebersamaan yang dirasakan.

Untuk mencapai itu, mungkin kita harus kembali lagi… berbuka hati dan berbuka pikiran.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s