(Menjadi) Ibu

Menjadi Ibu itu tidak mudah. Hari ini saya melihat kondisi di tempat umum dimana seorang Ibu lebih memilih asyik dengan gadget-nya ketimbang membalas celotehan anaknya yang duduk di hadapannya. Entah, ini dinamakan tantangan Ibu di era millenials atau apa.

Menjadi Ibu itu tidak mudah. Beberapa hari yang lalu sahabat saya bercerita, ia yang bahkan belum genap dua bulan melahirkan harus rela kembali ke kantor beberapa hari dalam seminggu. Cutinya dipermasalahkan, padahal jelas ia punya hak cuti menyusui hingga si anak berusia 3 bulan.

Menjadi Ibu itu tidak mudah. Sahabat saya yang lain, ia telah memutuskan berhenti bekerja demi bisa merawat anaknya dengan lebih leluasa. Tapi ternyata bayinya sakit, kejang parsial secara mendadak. Berat badan si bayi menyusut dan diharuskan minum beberapa jenis obat selama setahun. Hati siapa yang tidak sedih melihat bayi di bawah satu tahun harus meminum obat dalam jangka waktu selama itu.

Saya memang belum menjadi Ibu, dan saya tahu itu tidak mudah. It’s a big deal.

Advertisements

One thought on “(Menjadi) Ibu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s