Kamu Tidak Sendirian

Untuk kamu, cerminan diri saya beberapa tahun lalu.

Saya juga kerap melontarkan pertanyaan yang sama seperti kamu lontarkan pada saya dan entah pada siapa lagi. Namun, yang pasti lebih sering kita lontarkan pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah pada diri kita sendiri.

Pertanyaan tentang asal muasal, tentang peranan sebagai perempuan-atau mungkin laki-laki, tentang spiritualitas, tentang adat, budaya  dan tradisi serta berkeyakinan, tentang konsep partner, teman hidup atau bagaimanapun kita menyebutnya.

Sampai kemudian yang paling dasar, mengenai keberadaan diri kita sendiri di dunia ini. Apa sebenarnya tujuan kita dilahirkan?

Mengapa beberapa tempat yang dekat ternyata bukan tempat kita? Mengapa ada tempat-tempat jauh yang seolah memanggil?

Pada akhirnya, memang luka dan pengalaman yang membentuk dan mengajarkan kita. Karena usia seringnya hanya angka.

Saya yang dalam parallel universe mungkin saja sedang menangis, atau bisa saja jauh lebih berbahagia dari yang sekarang. Tapi hari ini saya berada di sini karena sahabat saya; diri saya yang kemarin dan sekarang. Terima kasih, saya.

Maka, untuk siapapun yang tengah merasakan hal yang telah saya rasakan, kamu tidak sendirian.

Iya, kamu tidak sendirian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s