(Bukan) Epilog

Proyek #33HariBagiCerita saya awali bukan dengan prolog, maka tulisan kali ini lebih baik tidak diberi judul epilog. Sedari mula, saya hanya ingin merangkum apa yang saya pilih untuk saya rekam dalam 33 hari ke belakang. Proyek yang visioner dan optimistis kalau saya mengingatnya kembali, karena perkara umur siapa yang tahu? Kabar baiknya, usia kami bertambah 33 hari sejak hari itu. Kami makin tua. Hahaha.

Bercerita lewat menulis adalah upaya merekam atau mengabadikan sesuatu, karena kita tidak bisa memesan ingatan. Tapi setidaknya melalui menulis kita bisa berusaha mensortir yang mana dan yang pasti ingin kita kenang. Berkaca dan melihat bagaimana kita yang dahulu untuk kemudian bertumbuh dalam memandang suatu hal.

Untuk yang terakhir, tentu tidak akan terlihat dalam kurun waktu 33 hari saja. Dibutuhkan lebih lama dari satu bulan lewat tiga hari. Tapi hey, bagaimanapun 33 hari ini berharga. Konsistensi dan komitmen itu mahal, bukan? Bahkan tidak ternilai.

Jadi, tulisan kali ini memang bukan epilog melainkan sekadar penanda bahwa saya (dan mungkin kami) membuka lembar dengan kebiasaan baru; menulis. Selamat menulis sampai semesta yang punya andil untuk menghentikannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s