Apa Kabar Komite Disabilitas Bali?

Disabilitas atau difabel (bagaimanapun cara kita menyebutkannya) adalah permasalahan multidimensi yang ada dimana saja, termasuk di Bali. Difabel merupakan suatu konsep yang akan terus berkembang, karena bahkan siapa saja memiliki kemungkinan untuk menjadi difabel. Permasalahan mengenai difabel semakin pelik ketika negara hingga daerah belum mampu menciptakan lingkungan yang inklusif dan melepas stigma yang selama ini hidup di tengah masyarakat. Padahal, sama seperti masyarakat yang dikonstruksikan normal, masyarakat dengan difabel juga memiliki hak untuk mendapat layanan dan fasilitas publik.

Pada 18 November 2015 lalu, Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas (selanjutnya disebut Perda Nomor 9/2015) telah ditetapkan di Denpasar. Perda ini dalam pembentukannya telah mengadopsi Konvensi tentang Hak-hak Penyandang Disabilitas yang mendorong untuk memberikan penghormatan, pemajuan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas. Konvensi ini sendiri telah diratifikasi oleh Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Konvensi Hak-hak Penyandang Disabilitas.

Sampai pada hari itu, Bali boleh berbangga karena menjadi salah satu pionir dalam kepastian hukum melindungi dan memenuhi hak-hak dari difabel agar mampu berpartisipasi secara setara dalam masyarakat. Padahal, Undang-Undang Tentang Disabilitas sendiri, saat itu masih digodok di ibukota. Namun, hari ini saat mendekati satu tahun dari masa ditetapkannya, Perda Nomor 9/ 2015 masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Salah satunya adalah peraturan turunan berupa Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi Bali.

Pada Perda Nomor 9/2015, sekurangnya dibutuhkan 10 Pergub dan 2 SK-Gubernur untuk menjadikan Perda Disabilitas Bali mampu bekerja secara maksimal memenuhi fungsinya bagi masyarakat Bali. Dalam pembentukannya, pemerintah daerah melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seharusnya bekerja dengan tanggap. Tentunya, semua ini tidak hanya dilimpahkan pada pemerintah tapi juga menjadi kewajiban bersama lintas sektor, swasta, masyarakat umum dan pemangku kepentingan yang lainnya.

Marilah kita ambil contoh pada keberadaan Pergub yang dirasa paling urgen saat ini, bagi saya adalah Pergub pembentukan Komite Disabilitas Daerah Provinsi Bali. Sudah sampai dimanakah rancangan Pergub ini? Dinas Sosial atau Biro Hukum Provinsi Bali?

Keberadaan Komite Disabilitas adalah penting bila kita berkaca pada daerah lain yang lebih dulu memiliki Perda Disabilitas yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah ini tercatat telah memiliki Komite Disabilitas sejak empat tahun yang lalu sebagai bentuk kepastian hukum dan upaya mewujudkan daerah ramah difabel.

16-10-04-08-24-03-526_photo_resized

Keberadaan Komite Disabilitas yang dibentuk lewat Pergub sudah seharusnya menjadi prioritas utama untuk didorong saat ini. Tanpa mengurangi arti penting kesembilan bakal Pergub yang lain, diantaranya mengenai pusat sumber pendidikan inklusi, kesehatan, aksesibilitas hingga perumahan yang layak. Keberadaan Komisi Disabilitas dapat dijadikan ujung tombak  perjuangan difabel di Bali mencapai kesetaraan. Seperti tag line, nothing about us without us,  tidak ada satupun tentang kita (difabel) yang tidak melibatkan kita (difabel). Oleh karena itu, dalam Komite Disabilitas Bali nanti sebaiknya setengahnya diemban  oleh difabel sebagai anggota maupun ketua.

Pada akhirnya, catatan ini adalah rekaman dan sebagai pengingat. Kemenangan besar dimulai dari kemenangan-kemenangan kecil, bila ditetapkannya Perda Nomor 9/2015 tahun lalu merupakan kemenangan kecil maka kita tidak boleh lupa untuk meraih kemenangan kecil berikutnya hingga tercapai tujuan awal, kesetaraan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s