Berdaya Lewat Mutiara Laut Selatan

Produk mutiara dikenal sebagai perhiasan yang memiliki nilai tinggi. Nilai ini sebanding dengan prosesnya yang membutuhkan waktu lama, bahkan bertahun-tahun. Selain perhiasan mutiara atau kata-kata mutiara yang pantas kita kenali adalah mutiara laut selatan.

Mutiara laut selatan berbeda dari mutiara air tawar yang sering kita jumpai. Mutiara jenis ini merupakan mutiara terindah dengan nilai jual termahal di dunia. Mutiara laut selatan juga memiliki kilau yang mempesona dan abadi. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila mutiara laut selatan dianggap pecinta mutiara sebagai puncak kesempurnaan mutiara laut di dunia.

Masih sedikit yang mengetahui bahwa perairan Indonesia merupakan penghasil mutiara laut selatan. Tiram Pinctada maxima yang merupakan kerang penghasil mutiara jenis ini sebenarnya dapat kita temukan di berbagai perairan, diantaranya; Filipina bagian selatan; perairan Australia bagian barat dan utara; serta keseluruhan perairan Indonesia. Itu sebabnya Indonesia menjadi penghasil terbesar mutiara laut selatan di dunia.

Hasil  yang besar dari sektor kelautan ini juga telah tercatat dalam sejarah nusantara. Pada sekitar tahun 1800-an, pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan peraturan (staatblad) pertama mengenai perikanan yang pertama, yaitu pengelolaan tiram mutiara dan terumbu kerang. Pada 1921, dilanjutkan dengan penelitian yang menghasilkan budidaya tiram mutiara laut selatan pertama di pulau Buton pada tahun 1928. Berselang 10 tahun sejak hasil budidaya pertama yaitu 1938 kegiatan budidaya dihentikan hingga dimulai kembali setelah Indonesia merdeka pada tahun 1970.

Potensi Mutiara Laut Selatan Hari Ini

Kegiatan budidaya mutiara laut sendiri merupakan aktivitas laut yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Pada tahun 2015, diperkirakan tenaga kerja yang bergerak di bidang mutiara laut selatan Indonesia adalah lima ribu dan seribu lima ratus untuk tenaga musiman. Jumlah ini bisa saja terus meningkat dengan sinergi dari berbagai pihak yang berkaitan.

Menurut Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing dan Produk Kelautan dan Perikanan saat ini sentra produksi pengembangan tiram Pinctada maxima terdapat di 12 provinsi di Indonesia. Dimulai dari Sumatera Barat, Lampung, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, hingga Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat. Maka, tidak mengherankan bila mutiara laut selatan potensial dijadikan produk unggulan sekaligus ciri khas dari Indonesia.

14729173_1709670762692833_7683255153434035162_n

Walaupun Indonesia memiliki kuantitas yang melimpah lewat budidaya seperti dipaparkan sebelumnya, mutu dari Indonesian South Sea Pearl justru masih harus ditingkatkan. Meskipun Indonesia menempati produksi terbesar namun produksi mutiara laut selatan dari Indonesia belum optimal untuk menjadi produk perhiasan mutiara.

Warga negara Indonesia banyak yang belum mengetahui keberadaan mutiara laut selatan. Permintaan dalam negeri justru lebih besar terhadap mutiara laut cina, sekalipun produk tersebut imitasi dan ilegal. Sementara itu, oleh masyarakat mancanegara mutiara laut selatan dari perairan Indonesia tidak dikenali sebagai produk Indonesia melainkan dari Jepang bahkan Australia. Hal ini disebabkan adanya rebranding oleh tangan-tangan selanjutnya.

Padahal mutiara laut cina selatan yang berasal dari perairan Indonesia memiliki keunggulan yaitu berbagai jenis maupun kualitas. Jenis mutiara laut selatan ini meliputi bentuk, ukuran, warna, kilauan hingga jumlah bintik yang ada. Mulai dari bentuk bundar, bundar tidak teratur (baroque), oval, lingkaran hingga segitiga. Masing-masing bentuk pun memiliki kategorinya masing-masing, yang dikategorikan pendek, sedang, panjang, tebal hingga tipis.

Khusus untuk ukuran menggunakan satuan momme, dimana 1 momme setara dengan 3,75 gram. Umumnya mutiara laut selatan dipisahkan menjadi tiga ukuran, sangat kecil, kecil (baby south sea pearl) dan ukuran besar. Pilihan warna dari mutiara laut selatan yang dimiliki Indonesia pun sangat banyak, ada dalam kelompok silver yang terbagi menjadi pink dan putih, emas dan kuning yang terbagi lagi dalam kuning gading maupun kuning terang.

Beragamnya pilihan dari mutiara laut selatan adalah potensi besar yang dimiliki oleh Indonesia. Semakin beragam pilihan berarti semakin luas pangsa pasar yang dapat dijangkau oleh Indonesia. Bila potensi ini terlupakan semenjak Indonesia merdeka, maka pada masa kini yang sudah tidak mengenal lintas batas akan memudahkan pemasaran sekaligus rasa kepemilikan terhadap mutiara laut selatan.

14725735_1710948252565084_6478353397628791972_n

Upaya ini dapat dilakukan melalui pameran secara langsung seperti Indonesian Pearl Festival yang rutin diadakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan setiap tahunnya. Tahun ini merupakan perhelatan ke enam dan dilaksanakan pada 9-13 November 2016 di Lippo Mal Kemang, Jakarta.

Upaya lain untuk menjangkau pasar yang lebih luas juga dengan membangun usaha rintisan berbasis digital seperti yang menjadi gerakan berbagai kalangan. Intinya adalah pada kolaborasi berbagai pihak, mulai dari sektor kelautan sebagai penghasilnya maupun sektor permodalan hingga perdagangan agar sumber daya alam kita benar-benar berdaya.

Advertisements

One thought on “Berdaya Lewat Mutiara Laut Selatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s