Mari Memulai Konmari

Sudah hampir tiga bulan saya memiliki the life-changing magic of tidying up karya Marie Kondo, dan membacanya di kala senggang. Nah, Baru kali ini saya menyempatkan diri untuk menulis beberapa hal menarik yang saya temui dalam buku ini. Tulisan kali ini bukanlah resensi, sekadar catatan mengenai sebuah buku.

Pertama kali mengetahui konmari adalah melalui penulis favorit saya, Dee nama pena Dewi Lestari. Seperti yang sebelumnya saya amati dan ketahui, Dee selalu punya cara untuk melepas kepenatannya dari rutinitas menulis. Maka saat Dee memposting mengenai buku ini pada instagram maupun blognya, saya menjadi semakin tertarik. Iya, obesistuff terjadi dimana-mana, terutama pada kalangan kelas menengah seperti yang diungkapkan Dee pada endorsement di sampul buku.

Konmari sendiri menurut saya adalah metode yang unik, kita bukan hanya diajak menggunakan akal atau logika melainkan juga menyeimbangkannya dengan rasa.  Istilah konmari untuk metode ini berasal dari nama Marie Kondo. Buku ini telah dialihbahasakan dalam beberapa bahasa dan dilabeli sebagai #1 New York Times best seller book.

whatsapp-image-2016-12-14-at-12-34-47

Marie Kondo mengatakan dengan membereskan rumah, kita sekaligus membereskan urusan dan masa lalu kita. Beberapa detik setelah membacanya, saya merasa ada benarnya. Related, terutama bagi Candra beberapa bulan belakangan. Konmari bagi Marie Kondo dan ribuan klien-nya, mungkin juga sebagian pembaca yang telah menerapkan metode ini, bukan sekadar tata cara untuk memilah  dan menata barang tapi juga panduan untuk memperbaiki pola pikir kita. Semua itu agar kita bisa menciptakan keteraturan dan menjari pribadi yang lebih baik.

Jadi, jangan heran bila membaca testimoni klien Marie Kondo yang beraneka macam, mulai dari yang masih standar tentang kehidupan rumah tangga yang semakin harmonis, berat badan yang bisa turun, kabar gembira seperti penjualan yang meningkat hingga keputusan-keputusan besar dari resign pada pekerjaan dan menggugat cerai pasangan hidup. Transformasi besar-besaran pada kehidupan. Dan mereka berterima kasih untuk itu.

Buku ini secara garis besar terdiri dari lima bab. Pada bagian pertama mempertanyakan kenapa kita tidak bisa menjaga kerapian rumah, dilanjutkan bab kedua yang membahas adalah penting untuk membuang sampai tuntas terlebih dulu. Berbenah sesuai dengan kategori sesungguhnya akan menciptakan keajaiban tersendiri. Lalu, bagaimana mencerahkan hidup dengan menyimpan secara apik. Kemudian bab yang kelima, mengenai keajaiban berbenah yang mampu mengubah hidup setiap orang secara dramatis.

Dibalik semua yang dilabeli pada metode dan buku ini, penerapan adalah kuncinya. Bagaimanapun, konmari adalah suatu metode dan metode selalu lebih mengasyikkan bila mampu diterapkan. Jadi, beberapa saat nanti saya akan menulis cerita tentang proses decluterring dan juga beberapa proyek dari buku ini, misalnya capsule challenge. Pokoknya segala yang terkait dengan perjalanan saya dalam menyimpan dan melepas. Apalagi ini saat yang pas, karena bertepatan  dengan keluarga saya yang berpindah rumah tinggal.

Jadi, sampai jumpa di post selanjutnya mengenai konmari!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s