Mengenal Prenuptial Agreement

ahr0chmlm0elmkylmkzjns5zdgf0awnmbglja3iuy29tjtjgmsuyrju5nsuyrjmwotuxmzgwmty0xzdkzdg3owmwmgffby5qcgc
Pic source: Bloglovin’

Pernah mendengar istilah prenuptial agreement atau prenup?

Prenuptial agreement dalam bahasa dikenal sebagai perjanjian pra perkawinan. Iya, memang ada juga yang menyebutnya dengan perjanjian pra nikah. Namun, pernikahan adalah istilah dalam Kompilasi Hukum Islam, yaitu hukum yang berlaku bagi pemeluk agama Islam. Sementara Indonesia secara umum mengenal Undang-undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974. Banyak yang keliru dengan istilah kawin yang dianggap sebagai istilah biologis saja, padahal kawin juga merupakan status hukum seseorang dalam masyarakat.

Perjanjian pra perkawinan ini menuai pro dan kontra hingga kini. Uniknya, seperti salah kaprah mengenai istilah di atas,Β  pro dan kontra yang ada justru berasal dari masyarakat yang belum mengenal lebih lanjut tentang perjanjian pra perkawinan. Sebelum menentukan dimana posisimu, mari kita cari tahu yuk!

Perjanjian, bila kita menengok pada pasal 1313 KUH Perdata adalah dimana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya satu orang lain atau lebih dan menimbulkan hubungan hukum. Hubungan hukum antara dua belah pihak itu sendiri disebut sebagai suatu perikatan. Kalau demikian, hakikatnya perkawinan itu sendiri sudah merupakan perjanjian dong? Tentu, perkawinan adalah janji suci di hadapan Tuhan. Nah, kalau begitu mengapa diperlukan perjanjian pra perkawinan?

Jawabannya karena kita orang dan menikah dengan orang. Mungkin terdengar klise tapi hukum sendiri ada karena adanya masyarakat. Dimana ada masyarakat, maka di situ ada hukum.

Beberapa alasan penolakan pada perjanjian pra perkawinan, diantaranya; β€œsemanis” tidak baik untuk memisahkan harta dari orang yang bahkan sisa hidup kita saja akan kita bagi dengannya. Hingga alasan dengan menyusun perjanjian pra perkawinan artinya kita tidak percaya sepenuhnya terhadap calon pasangan hidup dan memiliki kecenderungan keinginan bawah sadar untuk bercerai.

Tapi hidup, bukan hanya tentang kamu dan pasanganmu. Bukan juga hanya kamu, pasanganmu dan keluarga kedua belah pihak. Ada berbagai pihak lain yang terkait, bahkan bisa lebih besar lagi bila pasangan juga merupakan partner dalam berbisnis. Nah, dan satu lagi yang tidak kalah pentingnya, perjanjian pra perkawinan bukan melulu soal pembagian harta saja, dan dengan keinginan untuk mengamankan diri sendiri. Bisa juga berkaitan bilamana ada kekerasan dalam rumah tangga hingga pandangan terhadap poligami bahkan poliandri.

Sebelum didaftarkan ke Pengadilan Negeri dan mengikat sebagai Undang-undang bagi para pihak di dalamnya,Β  perjanjian pra perkawinan sebaiknya dibuat dan disusun sedemikian rupa. Tujuannya agar mampu menjawab kebutuhan dari masing-masing pihak yang terlibat di dalamnya. Setiap pasal serta klausula ditulis dengan detil agar dapat dipahami oleh para pihak.

Masih Β menganggap perjanjian pra perkawinan sebagai sesuatu yang bertendesi buruk dan aneh?

Saat orangtua masa kini memutuskan menyimpan stem cell bayi mereka di Bank Stem ccll, saya yakin tidak serta merta berarti mereka menginginkan bayi atau anggota keluarga mereka sakit. Namun, ada beberapa hal Β pada masa depan yang berada di luar kendali kita. Sama halnya dengan perjanjian pra perkawinan yang hadir untuk itu. Jenis perjanjian ini, sama halnya dengan stem cell merupakan hasil perkembangan zaman dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Namun, apapun itu yang akan dijalani, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan calon pasanganmu sebelum dituangkan dalam perjanjian. Sejatinya pasangan hidup adalah teman bercakap-cakap hingga menua.

Advertisements

8 thoughts on “Mengenal Prenuptial Agreement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s