Dari Pameran A Glimpse of Humanity

WhatsApp Image 2017-08-10 at 5.07.51 PM
Wayan Martino, Not Alone, 80x80cm, Adhesive Paper.

Bulan Agustus yang identik dengan peringatan kemerdekaan bisa diisi dengan berbagai kegiatan, salah satu yang menjadi pilihan adalah menggabungkan pameran seni dengan penggalian dana. A Glimpse of Humanity, diadakan di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud merupakan sebuah penggalian dana untuk anak-anak melalui media pameran seni yang digagas oleh sekumpulan siswa sebagai proyek sosial dari sekolah. Saya berkesempatan datang kemarin, 17 Agustus 2017 saat hari pembukaan sekaligus hari pertama pameran.

Ada 24 seniman yang terlibat dalam pameran, keterlibatan mereka dimulai lewat open call yang diadakan oleh penyelenggara.  Seperti yang ditulis dalam katalog, pameran ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap krisis kemanusian dan bersama-sama menolong anak-anak yang kurang beruntung. Dua puluh empat karya yang dipajang akan dijual selama masa pameran. Dana yang berhasil digalang kemudian akan disumbangkan kepada Bali Streets Kids Project dan Yayasan Peduli Anak.

Seni dan manusia memang tidak terpisahkan, seindah-indahnya karya seni adalah yang mampu membuat manusia “merasa”. Diantara 24 karya, ada beberapa karya yang menjadi favorit saya karena mencapai titik tersebut. Misalnya, karya I Putu Suhartawan berjudul Old (Tua), yang dikerjakan pada 2015. Entah bagaimana mengingatkan saya pada Nenek saya sendiri, mungkin juga hanya karena saya sedang rindu. Tapi sudah cukup membuat saya merasakan sesuatu.

Bergeser sedikit ada karya dari Alam Taslim yang berjudul Fight Back (Serang Balik). “Children can save the world with their imagination!” Dan karya satu ini memang imajinatif sekali, sebuah mangkok ayam terbalik beserta mie, telor yang di dalamnya terdapat wajah seorang anak. Cute and unique in same time. Menurut deskripsi karya, siapapun, orangtua, komunitas dan guru dapat meminta versi hitam putih karya ini melalui email alamtaslim@gmail.com sebagai lembar mewarnai.

WhatsApp Image 2017-08-18 at 3.07.24 AM
Alam Taslim, Fight Back.

Karya berikutnya dari Sidhi Vhisatya, berupa instalasi berjudul Mom, can I play outside? Melalui medium botol botol tanggung ini Sidhi menuangkan inspirasinya tentang bagaimana anak-anak menemukan imajinasi dan warna mereka yang sesungguhnya. Caranya adalah dengan membiarkan mereka bermain di luar, mencari identitas mereka. Orangtua dalam hal ini sebaiknya memberikan dukungan dengan membuka pikiran tentang bagaimana mereka menghargai diri mereka dan orang lain.

WhatsApp Image 2017-08-18 at 4.32.27 AM
Sidhi Vhisatya, Mom, Can I Play Outside?

Last but not least adalah Wayan Martino dengan Not Alone. Sebenarnya tidak sesubyektif karena saya ikut berpikir. Seperti yang sudah saya paparkan sebelumnya jika seindah-indahnya karya seni adalah yang mampu membuat kita “merasa” dan hal yang berkaitan dengan rasa juga tidak obyektif. Bagi saya. Not Alone menangkap ekspresi dasar setiap manusia yang pasti pernah merasa takut akan sendiri. Manusia yang selain sebagai mahluk individu juga merupakan mahluk sosial.

 

Sayang saat saya datang kemarin, tidak banyak peserta pameran yang dapat saya temui. Namun walaupun begitu, rangkaian acara ini tetap menarik untuk diikuti. Pengunjung juga bisa berdonasi baik berupa buku, barang-barang maupun dalam bentuk uang tunai. Ada beberapa sesi workshop yang selengkapnya dapat di cek melalui instagram @humanity.exhibition. Pameran ini akan berlangsung hingga Sabtu, 19 Agustus 2017, terhitung pendek untuk sebuah pameran namun tetap bisa jadi pilihan untuk dikunjungi.

WhatsApp Image 2017-08-18 at 4.35.31 AM (2)

 

signature

Advertisements

4 thoughts on “Dari Pameran A Glimpse of Humanity

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s