Dalam Lelucon

Ada saat-saat dimana dia mencoba menertawakan segala tentangmu. Menertawakan bagaimana mereka memujamu. Mungkin seperti malam ini, saat Bulan lebih memilih bersembunyi.

Kenyataannya, kehidupan menempatkanmu dan dirinya dalam lelucon sejak awal mula.

Dalam lelucon itu, hanya dia yang kemudian memahami betapapun saat seluruh dunia seolah membencimu. (Tapi semoga saja tidak).

Dalam lelucon itu, hanya dia yang bersedia membakar jembatan bersamamu dan terlahir kembali. (Tapi semoga saja tidak).

Kabar buruknya, dia sulit untuk jatuh cinta.

Kabar baiknya, setiap kali jatuhnya selalu lebih dari dahulu.

Namun, bagaimana bila jatuhnya hanya pada satu rangkaian nama, lagi dan lagi?

Pada akhirnya kita tak pernah memaksa untuk jatuh, kita hanya tersandung. Dan Perjalanan, itulah sebaik-baiknya jalan untuk cinta.

 

Not So Inspiring Post About Inspiration

Itโ€™s so scary to write about inspiration nowadays. Since inspiration become so mainstream word in a few years, in my country -Indonesia. Writing about inspiration maybe make us become inspiration. No matter, I believe a generous act will make us inspiration instead of words. (Oh, I still love words anyway.)

Let me explain it, I live in the development country where we searching more and more leader and role model. Everytime is a rush and everywhere people want to impress other people. Growing up, however, I learned all I need for life just express what I feel and my view. Sure, as long as it is not hurt anybody.

So, how can you want to be inspiring? If you can be funny, weird, sweet, in same time. I believe thereโ€™s no need to be perfect to inspire others. Because each person has their problem. How you deal with your imperfections thatโ€™s make you inspiring.

Let All Song Go

Heeey heeeey heeeeey

Your lipstick stains on the front lobe of my left side brains
I knew I wouldn’t forget you
And so I went and let you blow my mind
Your sweet moonbeam
The smell of you in every single dream I dream
I knew when we collided you’re the one I have decided
Who’s one of my kind

Hey soul sister, ain’t that Mr. Mister on the radio, stereo
The way you move ain’t fair you know
Hey soul sister, I don’t wanna miss a single thing you do tonight

Heeey heeeey heeeey

Just in time, I’m so glad you have a one track mind like me
You gave my life direction
A game show love connection, we can’t deny-y-y-y-y-y-y
I’m so obsessed
My heart is bound to beat right out my untrimmed chest
I believe in you, like a virgin, you’re Madonna
And I’m always gonna wanna blow your mind

Hey soul sister, ain’t that Mr. Mister on the radio, stereo
The way you move ain’t fair you know
Hey soul sister, I don’t wanna miss a single thing you do tonight

Way you can cut a rug
Watching you’s the only drug I need
So gangster, I’m so thug
You’re the only one I’m dreaming of
You see I can be myself now finally
In fact there’s nothing I can’t be
I want the world to see you’ll be with me

Hey soul sister, ain’t that Mr. Mister on the radio, stereo
The way you move ain’t fair you know
Hey soul sister, I don’t wanna miss a single thing you do tonight
Hey soul sister, I don’t wanna miss a single thing you do tonight
Heeey heeeey heeeeey (tonight)
Heeey heeeey heeeeey (tonight)

(Hey, Soul Sister – Train)

He’s one in a million
I don’t know when I’ll be seeing him again
He wants to live in a city
Moved out there and he was just seventeen, just seventeen

No I’m not prepared, no I’m not prepared
My heart’s beating really fast, really fast
But I wanna go there, but I wanna go there
Let’s walk a little further, you know I wanna be here

I wanna go wherever, whenever you wanna go wherever you wanna
I wanna go with you
I wanna go wherever, whenever you wanna go wherever you wanna
Can I go with you?

He stares so politely
I’m best behaving when he’s walking with me, walking with me
Oh, he likes taking photos in black and white
They’re upon his walls, on his walls

No I’m not prepared, no I’m not prepared
My heart’s beating really fast, really fast
But I wanna go there, but I wanna go there
Let’s walk a little further, you know I wanna be here

I wanna go wherever, whenever you wanna go wherever you wanna
I wanna go with you
I wanna go wherever, whenever you wanna go wherever you wanna
Can I go with you?

I wanna go wherever, whenever you wanna go wherever you wanna
I wanna go with you
I wanna go wherever, whenever you wanna go wherever you wanna
Can I go with you?

(I Wanna Go, Yunalis Zarai)

Let all song go, let it go. Call me crazy, but I’m happy for your happiness. When you care about someone without expecting anything in return. That’s how you know it’s real.

“How does it feel, to close another chapter?”

“At least, I have my pen.”

“Good, then. Keep my pen. Your laser pen.”

 

Karena Akber

Hari ini, enam tahun yang lalu Akademi Berbagi lahir di Jakarta tanpa direncanakan untuk tumbuh dan besar. Maka kami menyebutnya sebagai ulang tahun. Meski sebenarnya yang kami rayakan adalah bagaimana konsistensi serta komitmen kami sendiri, sumber daya manusia-nya. Ulang tahun Akademi Berbagi kali ini mengusung tag line Spirit Recharge, iya karena kami manusia yang juga punya rasa lelah dan semangat itu harus dibakar kembali.

Usia kebersamaan saya dengan Akademi Berbagi dan Akademi Berbagi Bali memang belum enam tahun, sesuai genap usianya hari ini. Namun, saya adalah orang yang mempercayai nilai dan berharganya waktu bukan diukur oleh jam, hari, minggu, bulan dan tahun melainkan melalui momen yang dicipta dan tercipta. Untuk itu, saya punya beberapa alasan.

Karena Akber,ย saya semakin memaknai apa serta siapa saja yang ada di sekitar saya dan mengenali diri sendiri.

Kenyataannya, kita semua bisa berkontribusi tanpa harus menunggu kaya secara materi.

Karena Akber, saya belajar kesederhanaan, dimulai dari mencoba sederhana dalam ucapan dan besar dalam tindakan juga jiwa.

Kenyataannya memang lebih sulit untuk menjadi pribadi yang sederhana secara menyeluruh hingga mampu menerima dan menyerap masukan dengan baik, sederhana bukan hanya perkara materiil tapi juga immateriil.

Karena Akber saya membuktikan pendidikan itu sejatinya bebas juga membebaskan. Dilakukan dengan senang hati tanpa harus selalu tersekat formalitas.

Kenyataannya, banyak dari kita yang mengatasnamakan belajar dalam kelas maupun seminar hanya demi selembar sertifikat. Bukan karena kita memang mau belajar apalagi karena sudah tahu apa yang ingin kita pelajari.

Ulang tahun setiap orang tentu punya makna yang berbeda bagi satu sama lain, begitu juga ulang tahun Akber. Dan itu bukan masalah.

Terima kasih (relawan) Akber, mari bertumbuh bersama-sama. Mari membangun manusia dan Indonesia. Karena (memang) guru akan hadir ketika murid siap. Selamat ulang tahun, kita.

ย pp

 

Bacaan Saat Ini

Hari lain yang cukup panjang. Menghadiri resepsi perkawinan teman semasa SMA di Tabanan lalu ke The Harvest yang ada di daerah Kuta, kemudian kembali menenggelamkan diri di depan laptop untuk beberapa program dan Tesis.

Seperti biasa kemanapun pergi selalu ditemani satu buku dan mencoba mengakali waktu untuk membaca. Satu buku yang baru terselesaikan setelah hampir seminggu adalah The Architecture of Love dari Ika Natassa. Masih dengan gaya khas Ika Natassa.

“You know what is wrong about always searching it answers about something that happened in your past? It keeps you from looking forward. It distracts you from what’s in front of you, Ya. Your future.” Erin to Raia.

“Because you’re as lost as I am, Raia. And in a city this big, it hurts less when you’re not lost alone.” River to Raia.

Kesimpulannya, percakapan dan karakter memang selalu menghidupkan tulisan dan kehidupan. Dan Ika Natassa tahu itu.

Cm1Pt-qWIAAK6Qa

Lebaran (dan Liburan)

Lebaran hari kedua ini saya isi dengan bersilahturahmi dan berkunjung ke rumah teman. Makan siang ala Jogjakarta dengan kudapan kue kering khas Lebaran. Obrolannya pun variatif dari kehidupan beragama hingga lagu anak dan kenangan generasi (80 dan) 90-an. Hahaha.

Liburan saya isi dengan berkunjung ke Pesta Kesenian Bali. Mulanya memang tidak berencana mengunjungi Pesta Kesenian tahun ini. Dan ternyata Pesta Kesenian kali ini cukup sepi dibanding dengan terakhir saat saya kunjungi dua tahun lalu. Entah karena menjelang penutupan atau peristiwa kebakaran beberapa hari lalu. Sebagai pengagum keindahan harus diakui, cukup disegarkan dengan pertunjukkan yang ada.

Lalu yang tersisa sekarang adalah lelah dan kantuk, maka mari beristirahat. Selamat malam.

131943
Lebaran
131942
Liburan. LOL.

Bahas Bahasa

Di satu sudut Kafe di Kawasan Denpasar sore ini, saya dan seorang teman cukup banyak bertukar pikiran. Satu yang menarik untuk saya bagikan adalah tentang bahasa. Bermula dari saya yang memberi tahu kalau dalam bahasa Indonesia penulisan yang benar adalah Idulfitri bukan Idul Fitri. (Selamat Idulfitri!)

“Jadi menurutmu kenapa kita harus belajar banyak bahasa?” saya bertanya sambil melipat tangan di atas meja. Kali ini saya melihatnya membawa buku bahasa Perancis. Dia memang terbiasa mempelajari bahasa secara otodidak.

“Kita tidak harus belajar banyak bahasa, tapi perlu belajar banyak bahasa.”

“Karena?”

“Karena harus atau perlu, semuanya memang kembali lagi pada kita, kan? Aku ingin melihat dunia lebih luas untuk itu paling tidak aku harus berbekal bahasa asing, minimal bahasa Inggris.”

“Bagaimana misalnya dengan bahasa Isyarat?” Saya mencoba menggali pendapatnya tentang bahasa dengan gerak.

Dia menggoyang-goyangkan kepalanya tanda berpikir. “Kalau kamu pikir itu perlu, maka pelajari.” Ia mengeluarkan agenda dan mulai menjelaskan dalam gambar, gaya khas-nya.

“Menurutku salah satu alasan kita belajar banyak bahasa adalah untuk memiliki jiwa yang lain. Kamu tahu? Dengan belajar bahasa isyarat misalnya, seseorang dapat memahami bagaimana dunia Tuli itu.” Saya yang kini mengungkapkan pendapat.

“Nah, hal yang persis sama juga berlaku untuk bahasa lain. Paling tidak dengan belajar Bahasa Inggris, kamu akan punya pola pemikiran global dan itu modal yang baik di masa kini. Sebenarnya bukan hanya bahasa Inggris, tapi juga bahasa resmi PBB lainnya.”

“Aku setuju, yang membuat aku heran adalah sebagian orang mengaitkan inteligensi dengan kemampuan berbahasa inggris. Padahal kan tidak selalu begitu…”

“Hahahahaha!” Dia tertawa. Cuma itu.

Dan sungguh, tertawanya menyebalkan seperti biasa.ย Tapi saya tahu dibalik itu dia juga bersepakat dengan saya.

Notes: Thank you for being my buddy and good rival in same time.

*) Bahas Bahasa diambil dari judul lagu Barasuara. Video liriknya dapat dinikmati melalui youtube.