Yang Dia Ingin

 

Dia tak ingin jadi pantai

Hiruk pikuk di akhir pekan

Namun lalu berakhir pilu

Saat melepas satu

 

Dia hanya ingin jadi pasir pantai

Ada seni saat menggengam

Ada pula hangat

Saat bertemu telapak kaki

 

Dia tak ingin jadi teluk

Diperebutkan saksi perselingkuhan

Saudagar dan pengayom dari nurani

Berpuluh purnama, demi rupiah semata

 

Dia hanya ingin jadi nelayan teluk

Tak pernah ingkar waktu melaut

Kembali dengan cukup

Memahami mana hak diri, mana hak ikan

 

Sanur, Januari 2016.Β 

Menolak reklamasi Teluk Benoa adalah perihal ketetapan hati dan laku.

*telah dimuat sebelumnya pada situs Logika Rasa

Negeri Oksimoron

 

Ada negeri berpikir besar untuk solusi

Konon tingkatkan produksi kereta besi,

Pun ramah lingkungan, tekan polusi

“Untuk rakyat kecil…” kata si Menteri

Β 

Ada negeri, jadi tuan rumah berbenah diri

Anjing pengembara mereka eliminasi,

Bagi yang peduli, berkedok ijin direcoki

Seolah lupa bagaimana cara mengasihi

Β 

Ada negeri gemar menyuarakan hak,

tanpa sadar iblis pun terbahak-bahak

Sebab, bila hak minoritas konon dibela

Beda antar individu mereka jadikan cela

Β 

Ada negeri oksimoron, separuh benderanya,

sewarna mengalir deras dalam tubuhku

Separuhnya lagi sewarna dengan tulang

Membalut sukma, kubawa sampai ajal

Β 

2013

*telah dimuat sebelumnya pada situs Logika Rasa

Cerita (2)

Ini sebuah cerita, maka ia ditulis

Bisa jadi cerita lama juga cerita hidup

Tak terlalu lama memang

Namun tak dapat dikatakan baru

 

Ini sebuah cerita, maka ia dibagi

Cerita yang ingin dibenam tanpa dendam

Tak ingin diungkit pada mula

Namun tak kuasa dikubur bila ada pemicu

 

Ini sebuah cerita, yang sudah mengalir

Tentang manusia, tentang perjalanan

Tak bisa dipastikan arah atau ziarah

Apabila terkait dengan hati dan manusia

 

Ini sebuah cerita, jadi begini ceritanya…

Ah, tak usah sering diceritakan bukan?

Tak membuat girang bukan kepalang

Janganlah terlalu sering dikenang

 

Ini sebuah cerita, masihkah mau mengikuti?

Ujungnya masih belum bisa kita terka

Meski ingin kita kira pun letakkan harap

Biarlah dia yang menentukan, ya biarlah…

 

 

Ini sebuah cerita, cerita malam

Cerita baru bisa pula jadi cerita haru

Tidak terlalu baru memang

Tapi kisah dibaliknya jauh lebih lama

 

Parafrase dari PuisiΒ Prawira Tampubolon

Hujan Kali Ini

hujan bulan juni kali ini

berbeda dari yang telah lalu

tak lagi perihal tabah, bijak dan arif

kepadamu atau perkara kehidupan

 

hujan bulan juni kali ini

menemui bumi bersama halilintar

tak ada lagi rindu, jejak, tak terucap

entah untuk sesiapa, mungkin tuan

 

hujan bulan juni kali ini

dua puluh tujuh juni sejak dicipta

detik bergulir menit menyisir

dan semua tak pernah lagi sama

 

(2016)

Diinspirasi oleh hujan yang mengguyur Denpasar pada Kamis, 16, Juni 2016 petang dan Sajak Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono.